• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Konsep Kebebasan dalam Islam

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
7 bulan yang lalu
in Kajian
0
6
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dalam pengajian rutin yang digelar di Masjid Baitul Huda, Kota Pasuruan, pada Rabu (20/8/2025), Ustadz Anang Abdul Malik menyampaikan ceramah yang berfokus pada lima landasan kebebasan manusia dalam berkehendak dan berbuat, serta konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil.

Ustadz Anang memulai dengan menjelaskan konsep qalb (hati), yang menurutnya harus seimbang antara akal dan perasaan. “Akal yang mengakui kebenaran, tetapi hati yang belum bisa menerima, akan membuat seseorang berada di ambang keraguan,” jelasnya. Ia mencontohkan kisah paman Nabi Muhammad SAW, yang secara akal telah yakin akan kebenaran, tetapi hatinya belum sepenuhnya menerima, sehingga meninggal dunia dalam keadaan belum berislam.

Menurut Ustadz Anang, kebebasan manusia untuk memilih didasarkan pada lima hal:

  1. Kebebasan Memilih: Manusia diberi kebebasan penuh untuk memilih jalan hidupnya, baik yang beriman maupun yang ingkar. Kebenaran dan kesalahan telah dijelaskan dengan gamblang oleh Allah SWT melalui Al-Qur’an dan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW.

وَهَدَيۡنَٰهُ ٱلنَّجۡدَيۡنِ

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan).”
(QS. Al-Balad 90: Ayat 10)

وَقُلِ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡ ۖ فَمَن شَآءَ فَلۡيُؤۡمِن وَمَن شَآءَ فَلۡيَكۡفُرۡ ۚ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمۡ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٍ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَ ۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا

“Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 29)

  1. Kelengkapan Manusia: Manusia diciptakan dengan kelengkapan yang sempurna untuk berpikir dan membedakan. “Adanya prefrontal cortex membedakan manusia dengan binatang, memungkinkan kita mengendalikan emosi dan memutuskan sesuatu,” kata Ustadz Anang. Ia juga menegaskan bahwa dengan adanya sidik jari, retina mata, dan DNA yang unik, tidak ada manusia yang bisa mengelak dari kebenaran.
  2. Tanggung Jawab: Setiap pilihan yang diambil di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Konsekuensi dari pilihan yang benar adalah kebahagiaan abadi, sementara pilihan yang salah akan berujung pada penyesalan selamanya. “Jika kamu melakukan kebaikan, itu untuk kepentingan dirimu sendiri. Jika kamu menantang peringatan, kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya,” ujarnya.
  3. Kelanjutan Amalan: Setiap perbuatan di dunia tidak akan berhenti begitu saja, melainkan memiliki kelanjutan di akhirat. Semua manusia akan dihadapkan pada pengadilan Allah, di mana tidak ada yang bisa bersembunyi.

Beberapa dalil Al-Quran yang menjelaskan hal ini:

Surah Al-Isra ayat 7: “Jika kamu berbuat baik, (maka) sesungguhnya kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (sesungguhnya) untuk dirimu sendiri juga.” Ayat ini menunjukkan bahwa perbuatan baik dan buruk akan kembali kepada pelakunya.

Surah Al-Qiyamah ayat 2: “Dan aku bersumpah dengan jiwa yang selalu mencela dirinya sendiri.” Ayat ini menunjukkan bahwa manusia akan menyesali perbuatannya di akhirat.

Surah An-Naba’ ayat 17-20: Menggambarkan dahsyatnya hari kiamat dan pengadilan Allah SWT.

اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ

Hari kiamat itu benar-benar ditetapkan sebagai saat berkumpulnya manusia yang pertama sampai yang terakhir. (QS An-Naba’ (78) : 17)

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ

Hari kiamat terjadi ketika sangkakala ditiup. Saat itu manusia yang telah mati dibangkitkan. Wahai manusia, kalian kemudian datang menghadap Tuhan kalian berkelompok-kelompok. (QS An-Naba’ (78) : 18)

وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ

Kemudian dibukakan pintu langit, lalu muncullah jalan-jalan menuju ke langit. (QS An-Naba’ (78) : 19)

وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ

Kemudian gunung-gunung dicabut dari bumi, sehingga berhamburan laksana fatamorgana. (QS An-Naba’ (78) : 20)

  1. Pembalasan: Adanya pembalasan yang merupakan kelanjutan dari proses pengadilan. Bagi yang memilih jalan yang benar, mereka akan mendapatkan kenikmatan abadi di surga. Sebaliknya, yang memilih jalan sesat akan menanggung penderitaan di neraka.

Surah Al-Anbiya’ ayat 47: “Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” Ayat ini menjelaskan tentang keadilan Allah dalam menimbang amal perbuatan.

Ustadz Anang juga menekankan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka sendiri yang berusaha mengubahnya.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَاِ ذَاۤ اَرَا دَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّا لٍ
“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 11)

Ini berarti nasib manusia berada di tangan mereka sendiri, bukan takdir yang pasif.

Ia juga membedakan antara hidayah *Al-Irsyad (petunjuk yang bisa diberikan manusia) dan hidayah *Taufik (petunjuk dari Allah yang hanya bisa diberikan-Nya). “Kita bisa memberikan hidayah kepada orang lain, tapi hidayah taufik tidak bisa,” pungkasnya.

Di akhir ceramahnya, Ustadz Anang mendorong para jamaah untuk senantiasa meminta petunjuk kepada Allah SWT agar terus berada di jalan yang benar.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyah
Share2Tweet2Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post
Foto: Sigit/SPEAM

HUT RI ke-80 jadi Momen Meriah di Pesantren SPEAM: Upacara, Pentas Seni, hingga Lomba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan