• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Refleksi Kemerdekaan: Makna dan Tantangan di Usia 80 Tahun

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
7 bulan yang lalu
in Kajian
0
3
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Ustadz Heru Winarno dalam pengajian Ahad pagi (31/8/2025) di Masjid Darul Arqom kota Pasuruan mengajukan pertanyaan reflektif: “Apakah kita sudah benar-benar merdeka?” Ia mengajak jamaah untuk memikirkan makna kemerdekaan, yang bukan sekadar pemberian, tetapi hasil perjuangan panjang melawan penjajahan. Pada usia kemerdekaan Indonesia yang ke-80 tahun, ia menilai bahwa kedewasaan bangsa masih menjadi pertanyaan, terutama melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.

Ustadz menyoroti kejadian yang memicu polemik, seperti demonstrasi yang berujung pada kerusuhan, yang ia duga dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi. Ia mengingatkan umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk cerdas dan tidak mudah menjadi “proxy” atau alat bagi pihak yang tidak bertanggung jawab.


Tujuan Mulia Kemerdekaan Berdasarkan UUD 1945

Ustadz Heru mengajak jamaah untuk kembali pada cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Ia menguraikan empat tujuan utama kemerdekaan:

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026
  1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Ia menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab seluruh komponen bangsa, bukan hanya pemerintah, tetapi juga rakyat.
  2. Meningkatkan kesejahteraan umum. Meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam, ia menyayangkan kekayaan tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ia menyinggung Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur bahwa kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dan ia melihat adanya ketidaksesuaian antara konstitusi dan undang-undang yang berlaku.
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Ustadz tidak setuju dengan program “makan gratis” yang dianggapnya kurang tepat sasaran. Menurutnya, anggaran tersebut lebih baik dialokasikan untuk menggratiskan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, serta untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
  4. Melaksanakan ketertiban dunia. Ustadz mengingatkan peran Indonesia dalam kancah dunia, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina, negara kedua setelah Mesir yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Permasalahan Bangsa dan Solusi yang Ditawarkan

Ustadz Heru mengidentifikasi lima problematika utama yang dihadapi bangsa Indonesia:

  1. Korupsi: Korupsi dapat terjadi di mana saja karena sistem yang memungkinkan. Ustadz menekankan pentingnya memperbaiki mental dan sistem untuk mewujudkan transparansi dan pelayanan publik yang gratis. Ia juga menyinggung bagaimana pejabat publik yang seharusnya melayani rakyat justru terjerat kasus korupsi, yang menunjukkan kegagalan mental.
  2. Kesenjangan Sosial dan Ekonomi: Kekayaan negara yang hanya dinikmati segelintir orang menciptakan jurang pemisah yang lebar.
  3. Toleransi dan Pemahaman: Kurangnya toleransi membuat masyarakat mudah diprovokasi dan dijadikan alat untuk agenda-agenda tertentu.
  4. Globalisasi: Ustadz mencontohkan kebijakan impor yang tiba-tiba dari negara adidaya, menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka dari pengaruh ekonomi global.
  5. Integrasi Nasional: Problematika ini juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan.

Makna Kemerdekaan yang Hakiki

Ustadz Heru menyimpulkan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dalam dimensi jiwa, akal, moral, dan spiritual.

Ia mengutip Surah Al-A’raf ayat 172, di mana Allah bertanya kepada calon manusia sebelum dilahirkan: “Alastu bi rabbikum?” (Bukankah Aku ini Tuhanmu?). Manusia menjawab: “Bala” (Benar). Ini menunjukkan bahwa sejak awal penciptaan, manusia sudah terikat janji dengan Allah, dan kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang menyadari janji tersebut.

Meskipun manusia tidak mengingat janji itu secara sadar, akal sehat akan membimbing untuk menyadarinya. Dengan demikian, Ustadz Heru menegaskan bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kemerdekaan yang membawa manusia pada pengakuan dan ketaatan kepada Allah SWT. (*)

Donation

Buy author a coffee

Donate
Share1Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.
Kabar

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

oleh Izzaudin Nuskha Khalifah
20 Maret 2026
Next Post

Provokator di Balik Layar: Siapa Sesungguhnya Penjahatnya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan