• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Janji Pertumbuhan 6 Persen, Benarkah 200 Triliun Bisa Selamatkan Lapangan Kerja?

Marjoko oleh Marjoko
6 bulan yang lalu
in Opini
0
2
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Kebijakan Menteri Keuangan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya untuk mengalihkan dana sebesar Rp. 200 triliun ke bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) adalah langkah yang berani dan ambisius. Di satu sisi, langkah ini menawarkan harapan baru bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun di sisi lain, kebijakan ini juga sarat akan risiko dan tantangan yang tidak bisa diremehkan.

Secara teoritis, gagasan di balik kebijakan ini cukup masuk akal. Ketika dana penerimaan pajak terlalu banyak “mengendap” di bank tanpa disalurkan kembali dalam bentuk kredit produktif, sirkulasi ekonomi di sektor riil akan tersendat. Akibatnya, dunia usaha kesulitan mendapatkan modal kerja, ekspansi terhambat, dan penciptaan lapangan kerja pun melambat. Dengan mengalihkan dana segar ke Himbara, pemerintah berharap dapat memicu kembali perputaran roda ekonomi, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan. Hal ini didukung oleh asumsi bahwa UMKM memiliki peran vital dalam menyerap tenaga kerja.

Meskipun begitu, pertanyaan kritis yang muncul adalah apakah kebijakan ini akan berjalan sesuai rencana di lapangan. Pertama, ada tantangan terkait efektivitas penyaluran kredit. Mengalirkan dana ke bank-bank BUMN tidak secara otomatis menjamin dana tersebut akan disalurkan ke sektor yang tepat. Himbara, seperti bank komersial lainnya, memiliki pertimbangan risiko dalam menyalurkan kredit. Tanpa mekanisme pengawasan yang ketat, ada potensi besar dana tersebut tidak mengalir ke sektor padat karya atau UMKM, melainkan justru mengendap dalam bentuk instrumen keuangan lain atau bahkan mengalir ke sektor yang tidak produktif. Risikonya juga menjadi perhatian serius. Jika pengawasan longgar, dana ini bisa disalahgunakan, entah untuk kepentingan pribadi atau bahkan dialokasikan ke proyek-proyek yang tidak layak secara ekonomi, hanya karena lobi politik.

Selain itu, optimisme pemerintah tentang pertumbuhan ekonomi 6% juga perlu dilihat dengan lebih realistis. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana, melainkan juga pada banyak faktor eksternal lainnya, seperti stabilitas politik, iklim investasi, dan kondisi ekonomi global. Dana Rp200 triliun, meskipun besar, mungkin tidak cukup untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke angka ambisius tersebut jika tantangan struktural di sektor riil tidak diatasi. Masalah birokrasi yang berbelit, kurangnya inovasi, dan keterbatasan infrastruktur juga menjadi penghambat.

Related Post

Protokol Nabi Yusuf : Strategi Anti Miskin 3.000 Tahun yang Lalu, Masih Relevan Hari Ini?

21 Januari 2026

Suara Muhammadiyah Kunjungi PDM Kota Pasuruan, Bahas Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Persyarikatan

3 November 2025

Transformasi Hebat! PCM Gadingrejo Ubah Semak Jadi Ladang Bisnis di Pesantren SPEAM Putri

27 Juli 2025 - Updated On 28 Juli 2025

Baitul Mal hingga Zakat: Ini Sistem Ekonomi Rasulullah yang Buat Umat Sejahtera!

27 Juli 2025

Pada akhirnya, kebijakan Menkeu Purbaya ini adalah ujian nyata bagi birokrasi dan institusi perbankan. Jika berhasil, Min Kyu Purbaya akan tercatat sebagai reformis yang berani dan mampu memberikan solusi konkret atas masalah struktural. Namun, jika gagal, kebijakan ini hanya akan menambah daftar panjang janji-janji ekonomi yang tidak terwujud, dan keraguan publik terhadap pemerintah akan semakin meningkat. Pembuktiannya terletak pada implementasi dan pengawasan, bukan hanya pada retorika dan angka-angka di atas kertas.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: 6%ekonomimeroket
Share1Tweet1Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Opini

Protokol Nabi Yusuf : Strategi Anti Miskin 3.000 Tahun yang Lalu, Masih Relevan Hari Ini?

oleh Marjoko
21 Januari 2026
Kabar

Suara Muhammadiyah Kunjungi PDM Kota Pasuruan, Bahas Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Persyarikatan

oleh PasMu Media
3 November 2025
Kabar

Transformasi Hebat! PCM Gadingrejo Ubah Semak Jadi Ladang Bisnis di Pesantren SPEAM Putri

oleh Marjoko
27 Juli 2025 - Updated On 28 Juli 2025
Next Post

PKB Pasuruan Gelar "PKB Mendengarkan," Serap Aspirasi Masyarakat hingga Kritisi Demokrasi Kekinian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan