• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Sejarah

‘Minuman Iblis’: Sejarah Gelap Kopi yang Tak Pernah Diajarkan Barat

Marjoko oleh Marjoko
9 bulan yang lalu
in Sejarah
0
Image: Istimewa

Image: Istimewa

11
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Kopi bukan sekadar minuman berkafein yang membangkitkan semangat pagi. Di balik seduhan hangatnya, tersimpan sejarah panjang dan mulia yang berakar dari dunia Islam, jauh sebelum dikenalkan ke Eropa atau bahkan masuk ke Nusantara melalui Belanda.

Asal usul kopi, mematahkan narasi populer yang menyederhanakan kopi sebagai sekadar “penemuan Barat”. Sejarah kopi yang otentik bermula dari kawasan Habasyah (Ethiopia modern), khususnya daerah Kaffa, yang namanya kemudian diyakini menjadi akar kata coffee dalam bahasa Inggris.

Namun, yang lebih menarik adalah sosok di balik penemuan ini. Bukan sekadar penggembala kambing yang kebetulan melihat kambingnya lebih aktif setelah memakan buah kopi, seperti yang sering diceritakan dalam versi Barat, melainkan seorang ‘alim (orang berilmu) bernama Syekh Khalid. Beliau disebut sebagai seorang murabit, yakni penjaga perbatasan umat Islam, yang bermunajat kepada Allah SWT untuk mencari sesuatu yang bisa membantunya berjaga dan tetap terjaga di malam hari demi ibadah. Dari doa dan upayanya, ia menemukan manfaat luar biasa dari buah kopi.

Proses awal menikmati kopi pun tidak sederhana. Butuh delapan jam untuk mengekstrak sari kopi dari buahnya secara manual sebelum penemuan teknik roasting dan penggilingan. Barulah setelah abad ke-15, pada masa Kesultanan Turki Utsmani, metode penyeduhan mulai berkembang lewat alat seperti ibrik—cikal bakal kopi tubruk yang kita kenal hari ini.

Related Post

Ustaz Abu Nasir isi kajian berbuka bersama di Masjid Al-Ikhlas Bukir/Yogi Arfan

Masjid Al-Ikhlas Bukir Gelar Kajian Buka Bersama, Ustaz Abu Nasir Bahas Keutamaan Lailatul Qadar

16 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026

“Sayur Berkah” setelah Subuh: Ikhtiar Masjid Al-Ukhuwah Menghidupkan Jamaah

3 Maret 2026

Ustaz Yisno di Kultum Tarawih Masjid Al-Ukhuwah: 9 Sifat Hamba Allah yang Mulia

1 Maret 2026

Kopi juga sempat dianggap “haram” oleh otoritas keagamaan Kristen Eropa di abad ke-17, lantaran diasosiasikan dengan umat Muslim. Fatwa gereja menyebut kopi sebagai “minuman iblis” hingga akhirnya Paus Clement VIII membaptisnya agar dapat dikonsumsi oleh umat Kristen. Ironisnya, kopi baru diperkenalkan secara legal di Belanda pada pertengahan abad ke-17, jauh setelah umat Islam mengembangkan budaya dan keilmuan seputar kopi selama berabad-abad.

Belanda kemudian membawa kopi ke Nusantara, menanamnya secara besar-besaran di Jawa, namun sejarah mencatat bahwa masyarakat Jawa sebenarnya sudah mengenal kopi jauh sebelumnya. Bahkan, dalam budaya perkerisan, terdapat motif pamor “Sekar Kopi” yang menunjukkan betapa kopi telah menjadi bagian dari tradisi lokal.

Sejarah kopi sangat dalam, bahkan ideologis. Kopi lahir dari semangat ibadah dan pengabdian, bukan sekadar selera atau gaya hidup.

Di tengah tren global kopi modern seperti latte dan espresso, kopi tubruk tetap menjadi warisan lokal yang sarat makna. Menyeruput kopi tubruk adalah menyambung kisah panjang peradaban Islam dan budaya Nusantara yang saling bertaut sejak ratusan tahun lalu.

ini menjadi pengingat bahwa budaya minum kopi Indonesia bukanlah adopsi Barat, tapi bagian dari jati diri bangsa yang patut dihargai dan dijaga. Sebuah cangkir kopi, sesungguhnya menyimpan jejak peradaban.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: islamkopi
Share4Tweet3Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Ustaz Abu Nasir isi kajian berbuka bersama di Masjid Al-Ikhlas Bukir/Yogi Arfan
Kabar

Masjid Al-Ikhlas Bukir Gelar Kajian Buka Bersama, Ustaz Abu Nasir Bahas Keutamaan Lailatul Qadar

oleh Yogi Arfan
16 Maret 2026
Kabar

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

oleh Marjoko
12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026
Sayur Berkah Masjid Al-Ukhuwah/Yogi Arfan
Kabar

“Sayur Berkah” setelah Subuh: Ikhtiar Masjid Al-Ukhuwah Menghidupkan Jamaah

oleh Yogi Arfan
3 Maret 2026
Next Post
Image: Istimewa

Muhammadiyah Perkuat Manhaj Tarjih: Meneguhkan Moderasi Beragama dan Relevansi Syariat di Era Kontemporer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan